KankemenagKabupatenTulungagung
Hadir Sebagai Inspirasi
ROADSHOW PENGAWAS PAI
SOSIALISASI
DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN KOMBEL
BAGI
GURU PAI DI PMM
(Kecamatan
Ngantru, Karangrejo, dan Bandung)
Istilah baru yang saat
ini mulai trend adalah istilah Kombel. Kombel atau Komunitas Belajar merupakan
implementasi dari Kurikulum Merdeka. Kombel merupakan suatu wadah berkumpulnya pendidik
dan tenaga kependidikan dalam satu sekolah yang belajar bersama-sama dan
berkolaborasi secara rutin dengan tujuan yang jelas dan terukur untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar
peserta didik. Tujuan dari Kombel ini adalah diharapkan dapat meningkatkan
kompetensi pendidik dan membangun budaya belajar bersama yang berkelanjutan,
sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik.
Kombel bukan merupakan
sesuatu yang diwajibkan, namun menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan oleh para guru. Hal ini di karenakan
kombel banyak sekali manfaatnya bagi guru dan siswa. Antusias Guru PAI dalam
menyikapi kombel ini benar-benar sangat luar biasa. Mereka semua berharap
dengan bergabung di komunitas belajar ini akan meningkat pengalaman
mengajarnya. Mereka juga bisa menemukan banyak inovasi-inovasi baru di dalam
kegiatan belajar mengajar. Semua Guru termasuk guru PAI bisa berkolaborasi
untuk bertukar pengalaman dan bertukar inovasi.
Melihat antusisnya guru
PAI terkait dengan komunitas belajar ini, akhirnya pengawas PAI turun
kelapangan untuk memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada guru PAI. Pengawas
PAI Bapak Imam Syafi`I memberikan pendampingan terhadap cara-cara mendaftarkan
komunitas belajar di PMM. Mulai dari Kecamatan Ngantru yang dilaksanakan pada
tanggal 31 Januari 2024 bertempat di Aula Kantor PPAI Kecamatan Ngantru.
Kemudian dilanjutkan di wilayah binaan Kecamatan Karangrejo yang dilaksanakan
tanggal 5 Pebruari 2024 bertempat di Aula SDN Gedangan dan hari ini tanggal 6
Pebruari 2024 di wilayah binaan Kecamatan Bandung yang dilaksanakan di Aula
kantor PPAI. Hadir di acara tersebut selain pengawas PAI sebagai narasumber, hadir
pula Bapak-Bapak dari UPA SP Kecamatan. Di Karangrejo hadir pula Bapak Turmudi
selaku Korwas Pengawas Sekolah Kabupaten Tulungagung. Di Kecamatan Bandung dihadiri
pula oleh Bapak Korwil UPA SP Bapak Jinnoto, M.Pd. Semuanya mengapresiasi
kegiatan yang dilakukan oleh KKG PAI Kecamatan tersebut. Mereka semua berharap
dengan dibentuknya komunitas belajar PAI akan membawa peningkatan kualitas
pembelajaran PAI di sekolah yang akhirnya juga berdampak terhadap peningkatan
hasil belajar siswa di semua tingkatan.
Komunitas Belajar yang
dibuat oleh Guru PAI baik di wilayah Ngantru, Karangrejo, dan Bandung
diharapkan menjadi wadah bagi guru-guru PAI untuk berbagi praktik baik dalam
pembelajaran. Selain itu Komunitas belajar ini juga bisa sebagai wadah untuk musyawarah
memecahkan berbagai problem pembelajaran yang dirasa perlu untuk diselesaikan.
Jelasnya ada tiga hal yang menjadi acuan dalam mengelola komunitas belajar ini :
1) Fokus pada pembelajaran, 2) Membudayakan kolaborasi dan tanggung jawab
kolektif, 3) Berorentasi pada hasil belajar peserta didik.
Keberadaan komunitas
belajar PAI ini juga berdampak pada pengelolaan kinerja guru. Guru yang
membutuhkan bukti-bukti dukung terkait kegiatan pembelajaran yang akan
diuploudkan di bukti dukung SKP akan mendapatkan kemudahan. Hal itu karena
sertifikat atau bahkan hasil inovasi dari kegiatan komunitas belajar juga dapat
digunakan dan dipertimbangkan nilainya. Jelas ini menunjukkan betapa penting
untuk dibentuknya komunitas belajar PAI tersebut.
Jooosh pak Syafi'i...pengawas PAI yang selalu aktif inovatif mendampingi GPAI
BalasHapusTerimakasih Suhu....
BalasHapus